STREAMING TEMAN RADIO

RADIO TEMAN FM

Jumat, 21 September 2012

Para Ulama Harap RY Lanjutkan Pimpin Kabupaten Bogor


CIAWI - Dukungan kepada Rachmat Yasin (RY) untuk kembali menjadi Bupati Bogor periode tahun 2013-2018 mendatang terus bergulir, kali ini dukungan tersebut datang dari Ketua Umum Majelis Dzikir Ar - Rahmah, KH. Sarnata. Saat melakukan dzikir bersama Bupati Bogor di Masjid Raya Amaliah, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (20/9), mewakili para ulama se - Kabupaten Bogor KH. Sarnata menyatakan dukungan kepada RY untuk melanjutkan kembali memimpin Kabupaten Bogor.
"Kami sepakat agar Bapak Rachmat Yasin maju kembali menjadi Bupati Bogor, sehingga program - program dari Bapak Bupati untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bogor dapat terus dijalankan," tegas KH. Sarnata.
Ia menambahkan dukungan para ulama ini dilakukan dengan alasan program - program yang selama ini dijalankan oleh Bupati sangat mementingkan kebutuhan masyarakat, serta para ulama. "Program - program dari Bapak Bupati sangat sesuai dengan keinginan kami, memang belum sepenuhnya program - program tersebut dapat berjalan sesuai harapan. Oleh karena itu, kami mengharapkan agar Bupati dapat terus memimpin Kabupaten Bogor untuk periode mendatang agar program yang belum sepenuhnya berjalan dengan baik dapat diteruskan demi pembangunan Kabupaten Bogor," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor RY pun mengakui masih banyaknya program untuk pembangunan Kabupaten Bogor yang belum terselesaikan. "Saya menyadari banyak hal - hal mengenai program dan kebijakan saya yg harus diselesaikan, namun saya tidak menganggap saya yang terbaik, saya serahkan sepenuhnya kepada keinginan masyarakat Kabupaten Bogor," ujar RY.
Ia juga menyatakan selama ini program - program yang ia jalankan merupakan bentuk dari amanat masyarakat Kabupaten Bogor yang dipercayakan kepadanya. "Saya bukan penguasa, tapi saya adalah pelayan masyarakat," katanya.
Mengenai kegiatan dzikir yang digagas oleh majelis dzikir Ar - Rahmah ini, Bupati RY menjelaskan kegiatan ini merupakan sebuah sarana silaturahmi bagi dirinya bersama masyarakat. "Sesibuknya kegiatan saya sebagai Bupati sebisa mungkin saya akan menghadiri acara yang bertujuan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, karena dengan kita saling bersilaturahmi akan banyak kebaikan yg kita dapatkan," jelasnya.
Dipenuhinya Masjid Raya Amaliah oleh masyarakat terutama kaum perempuan yang mengikuti kegiatan ini pun tak luput dari perhatian Bupati. Ia menyatakan kegiatan dzikir ini merupakan kegiatan yang paling banyak diikuti oleh masyarakat. "Saya mencoba mengakomodir keinginan masyarakat Kabupaten Bogor bagian selatan untuk menjadi tuan rumah kegiatan dzikir putaran ke empat ini, maka saya menyepakati untuk mengadakan dzikir di masjid kebanggaan Kabupaten Bogor. Ini merupakan dzikir yang paling banyak jamaahnya, terutama ibu - ibu," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Amaliah, KH. Mohammad Rusly mengungkapkan kegembiraannya atas perhatian Bupati Bogor terhadap Masjid Raya Amaliah ini. "Selama saya menjadi ketua DKM telah banyak dukungan yang diberikan oleh Bupati Bogor kepada masjid ini, terutama untuk pembangunan sarana dan prasarananya," ungkapnya.
Kegiatan dzikir bersama Bupati ini selain dihadiri oleh masyarakat yang berdomisili di selatan Kabupaten Bogor, juga turut dihadiri oleh Camat Ciawi, Agus Manjar, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, KH. Romdhoni, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bogor, H. Suhendra, serta beberapa SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor. (ARI/DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)

Kamis, 20 September 2012

Bupati Janji Atasi Kemacetan di Leuwiliang

LEUWILIANG – Saat melakukan rapat minggonatau yang dikenal dengan rebo keliling (Boling) bertempat di GOR PLTA Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (19/9), Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan segera mengatasi kemacetan di Leuwiliang. "Tahun 2012 ini saya akan menyambung kanjalan dari Galuga ke Rancabungu rmelalui pasar lama Ciampea untuk mengatasi kesemrawutan di jalan lingkar leuwiliang," kata Bupati dihadapan para undangan.
Ia berjanjij alur tersebut dapat digunakan oleh masyarakat pada tahun depan. "Mudah – mudahan tahun 2013 nanti pengerjaan jalan tersebut sudah rampung, sehingga dapat segera digunakan oleh masyarakat agar terhindar dari kemacetan di wilayah Leuwiliang, Dramaga, danBubulak," janjinya.
Mengenai kemacetan ini, Camat Leuwiliang Indra Komara juga melaporkan  kepada Bupati bahwa kemacetan juga diakibatkan oleh ketidak disiplinan kendaraan umum yang menaikan penumpang tidak padat empatnya. Dikatakan Indra hal tersebut dikarenakan kurang optimalnya penggunaan terminal Leuwiliang. "Angkutan kota juga menambah kesemrawutan lalulintas di Leuwiliang, dikarenakan mereka sering menjadikan ruas jalan di pasar Leuwiliang sebagai terminal bayangan. Namun kami telah berkoordinasi dengan DLLAJ Kabupaten Bogor untuksegeramengatasipermasalahantersebut," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati mengupayakan untuk segera melakukan rekayasa lalulintas untuk mengatasinya. "Kami sedang merancang rekayasa lalulintas, dikarenakan rekayasa lalulintas yang ada selama ini kurang maksimal akibat dari kurangnya sarana dan prasarana. Selainitu, mulai bulan Oktober angkutan kota dilarang melewati pasar Leuwiliang untuk mengatasi kemacetan dan memaksimalkan rekayasa lalulintas tersebut," ungkapnya.
Pelayanan petugas medis di RSUD Leuwiliang juga tak luput dari perhatian Bupati, dikarenakan masih adanya keluhan dari masyarakat mengenai kurangnya pelayanan di RSUD Leuwiliang. Bupatipun meminta kepada Direktur RSUD Leuwiliang, Mike Kaltarina, agar menginstruksikan kepada para petugas medis untuk melayani masyarakat dengan baik. "Jangan adalagi dokter dan perawat yang judes dalam melayani masyarakat Leuwiliang," tegasnya.
Dalam Boling kali ini Bupati juga memberikan penghargaan kepada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) terbaik di wilayah Kabupaten Bogor, yaitu UPK Leuwisadeng, UPK Tanjungsari, UPK Megamendung, UPK Pamijahan, UPK Tenjolaya, dan UPK Parung Panjang. Bupati juga berkesempatan untuk menandatangani prasasti pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah di Desa Karacak, serta pembangunan jalan rabat beton di Desa Cibeber II hasil dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2012.(ARI/DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)

BPPKB Gelar Pelatihan Penanganan KDRT

MEGAMENDUNG  - Untuk memperkuat sinergitas dalam menangani permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di wilayah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) mengadakan pelatihan bersama anggota kepolisian dari Polres dan Polsek di wilayah Kabupaten Bogor, Selasa (18/9). Seminar ini dilaksanakan selama dua hari, terhitung mulai hari ini hingga besok (19/9), bertempat di Hotel Purnama 1, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Pelatihan yang bertajuk Membangun Jejaring Kerjasama Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Dalam Rangka Fasilitasi Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tahun 2012 ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Nurhayanti. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Elly Halimah Rachmat Yasin.
Dalam sambutannya Sekda mengatakan pelatihan ini dapat memaksimalkan peran Pemkab Bogor bersama Kepolisian dalam menangani kasus KDRT. "Penyelenggaraan pelatihan ini sangat positif bagi kita Pemkab Bogor terlebih lagi melalui pelatihan ini dapat memperkuat sinergitas kami bersama Kepolisian dalam menangani kasus - kasus kekerasan," katanya.
Ia menambahkan, dengan pelatihan ini dapat membangun kesepahaman bersama dalam menangani kasus KDRT. "Banyak hal yang harus sama - sama dipahami dalam menangani kasus - kasus KDRT, seperti faktor hukum, dan sosial," tambahnya.
Sekda juga berharap melalui pelatihan ini dapat menambah tingkat keberhasilan dalam menangani kasus KDRT di wilayah Kabupaten Bogor. "Melalui kinerja yang maksimal diharapkan dapat menjadikan kita pelayan masyarakat yang baik," harapnya.
Sementara itu penasehat P2TP2A Kabupaten Bogor Elly Halimah Rachmat Yasin menyatakan kegiatan pelatihan ini merupakan upaya Pemkab Bogor beserta aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Bogor dalam menangani KDRT yang terjadi di Kabupaten Bogor. "Sebagai mitra P2TP2A merupakan ujung tombak dalam hal penanganan KDRT ini, oleh karena itu pola dan sistem penanganan kekerasan tersebut harus dilakukan secara tepat. Maka dengan pelatihan ini diharapkan kedepannya hal tersebut dapat dilaksanakan dengan baik," ujarnya.
Selama dua hari peserta yang merupakan aparat penegak hukum akan diberikan materi mengenai hal - hal yang menyangkut penanganan kasus KDRT oleh narasumber dari Mabes Polri dan P2TP2A DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor, serta dari Polres Bogor. (ARI/DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)